SEJARAH/ASAL USUL DESA
Gapuro 17 Agustus Kalipakem RT 11
Asal Usul Nama Desa Donomulyo
Berdasarkan cerita rakyat pada masa terdahulu Desa Donomulyo masih berupa hutan belantara yang kemudian datanglah seseorang yang berasaal dari Mataram yang berlabuh di pantai selatan disekitar pantai Jonggring Saloko kemudian melakukan babat alas, bersama keluarga dan kerabatnya hingga perkembangannya menjadi sebuah perkampungan yang dinamakan Mentaraman.
Babat alasnya diperluas lagi kearah utara dan perkampungannya dinamakan Bleder. Arti kata Bleder adalah sejenis tanah yang lunak dan mudah bergerak. Perkampungan Bleder tepatnya disekitar perempatan jalan di patung Trisula. Disekitar lokasi perkampungan Bleder tersebut tanahnya mudah bergerak atau menurun.
Pada pemerintahan Belanda daerah Bleder merupakan perkebunan karet dan persawahan yang tanahnya subur dan penghasilan perkebunan karet dan pertanian padi cukup baik. Juga sudah dibangunnya sumber-sumber air yang berfungsi untuk mengairi pertanian padi dan perkebunan karet. Namun setelah pemerintahan Belanda tidak berkuasa lagi perkebunan karet berubah fungsi menjadi pertanian sawah dan ladang. Sedang sumber-sumber air yang sudah ada tersebut sebagaian sudah hilang terpendam tanah.
Kurang lebih tahun 1950 nama perkampungan Bleder dirubah menjadi Donomulyo, yang berarti Dono adalah weweh atau suka beramal dan Mulyo adalah mulia, sehingga arti harfiahnya Donomulyo adalah orang yang suka beramal hidupnya akan bahagia atau mulia.
Sekitar tahun 1990 desa Donomulyo yang terdiri tujuh dusun yaitu Donomulyo, Bandung, Mulyosari, Kalipakem, Mentaraman, Gondangrejo dan Gondangtowo dipecah menjadi empat dusun. Desa Donomulyo terdiri dari dusun Donomulyo, Bandung, Mulyosari, dan Kalipakem, sedangkan desa Mentaraman terdiri dari dusun Mentaraman, Gondangrejo dan Gondangtowo.
Pada tahun 1991 desa Donomulyo dirintis kembali dengan penanaman pohon coklat yang dikelola oleh PTP, namum mulai awal panen terjadi sesuatu hal yang berakibat pohon coklat oleh warga sebagaian ditebangi lagi. Sedang yang lainnya masih tetap merawat pohon coklat yang sampai saat ini menjadi tambahan penghasilan bagi warga yang cukup baik.
Mulai bulan Nopember 2008 desa Donomulyo dibantu oleh sebuah yayasan Islam berupa bibit pohon kelapa sawit secara gratis dan batuan pupuk sampai pohon kelapa sawit bisa dipanen pertama kali.
Kepala Desa, Ketua BPD (oranye) Donomulyo dan Mahasiswa KKN
Sejarah Tokoh/Pemimpin Desa Donomulyo
Pada periode Bupati Kabupaten Malang yang dipimpin oleh Raden Ario Adipati Sam desa Donomulyo dipimpin oleh seorang Petinggi / Kepala Desa yang secara berurutan sebagai berikut:
1. Bapak Mus : tahun 1935 s/d 1945
2. Bapak Gemprong : tahun 1945 s/d 1950
3. Bapak Citro Prawiro : tahun 1950 S/d 1960
4. Bapak Minto Rahardjo : tahun 1960 S/d 1965
5. Bapak Trimo (karteker) : tahun 1965 S/d 1970
6. Bapak Madari : tahun 1970 S/d 1990
7. Bapak K. Purwanto : tahun 1990 S/d 1999
8. Bapak Lamin Suprayogo : tahun 1999 s/d 2007
9. Bapak Jumadi : tahun 2007 s/d sekarang
PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN DESA
Pembangunan jembatan sungai : tahun 1981
Pembangunan saluran irigasi : tahun 1981
Pembangunan Kantor Desa : tahun 1991
Pembangunan Jalan Desa : tahun 1992
Pembangunan jembatan sungai : tahun 2000
Pengaspalan jalan desa : tahun 2005
Pengaspalan jalan desa : tahun 2007
Pembangunan jembatan sungai : tahun 2008
Pembangunan plengsengan jalan : tahun 2008
Kepala desa dan Ibu PKK Donomulyo
LETAK GEOGRAFIS DESA
Kebijakan sektoral pembangunan di Kabupaten Malang diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup, kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat di segala lapisan secara merata, serta meletakkan landasan yang kuat untuk tahap pembangunan selanjutnya, sehingga kedepan pelaksanaan pembangunan di Desa Donomulyo dapat benar-benar mencerminkan keterpaduan dan keserasian antar program-program sektoral, dengan demikian sumber-sumber potensi daerah dapat di optimalkan pemanfaatannya dan dapat dikembangkan secara merata.
Pelaksanaan pembangunan tentunya tidak terlepas dari upaya meningkatan kesejahteraan masyarakat, hal ini berkaitan dengan kondisi ekonomi dan kemakmuran masyarakatnya, dilihat dari tingkat ekonomi masyarakat, maka pertumbuhan dan perkembangan kecamatan akan sangat perpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan desa yang ada di sekitarnya.
Desa Donomulyo yang secara struktural merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari sistem perwilayahan Kecamatan Donomulyo, secara geografis Desa Donomulyo terletak pada Lintang Selatan (LS) : 08.17.543, Bujur Timur (BT) : 112.25.504 dan di atas permukaan laut (DPL) : 1300 feet. Luas wilayah desa Donomuylo……. Ha yang terbagi menjadi empat dusun, yakni: Dusun Donomulyo, Dusun Bandung, Dusun Mulyosari dan Dusun Kalipakem dengan perbatasan wilayah sebagai berikut :
Utara : Desa Kaliasri Kec. Kalipare
Barat : Desa Purworejo dan Purwodadi
Selatan : Desa Mentaraman dan Purwodadi
Timur : Desa Tlgosari dan Tempursari
Desa Donomulyo Kecamatan Donomulyo yang merupakan daerah otonom desa dengan jumlah penduduk 15.000 jiwa yang terdiri dari 7000 jiwa penduduk laki-laki dan 8000 jiwa penduduk dengan jenis kelamin perempuan.
Potensi Desa Donomulyo cukup besar, baik potensi yang sudah dimanfaatkan maupun yang belum yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Potensi yang ada baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya perlu terus digali dan dikembangkan untuk kemakmuran masyarakat secara umum.

Kepala desa dan club senam PKK
Secara umum potensi Desa Donomulyo dapatlah didiskripsikan dengan berbagai aspek yang secara langsung maupun tidak langsung merupakan mata rantai dari sistem kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, beberapa aspek dimaksud adalah sebagai berikut :
ASPEK SUMBER DAYA APARATUR/PERANGKAT DESA
Desa Donomulyo secara umum penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan dikelola oleh dua elemen utama, yakni elemen Pemerintah Desa yang dipimpin langsung oleh kepala desa beserta jajaran perangkat desa yang terdiri dari :
Desa Donomulyo secara umum penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan dikelola oleh dua elemen utama, yakni elemen Pemerintah Desa yang dipimpin langsung oleh kepala desa beserta jajaran perangkat desa yang terdiri dari :
1. Dwianto Staf desa
2. Artono Staf desa
3. H. Kusmin Staf desa
4. Slamet Asiyanto Staf desa
5. Sutarno Staf desa
6. Edi Susanto Kamituwo Donomulyo
7. Tumijo Kamituwo Bandung
8. Sugiyanto Kamituwo Mulyosari
9. Hadi Sumarno Kamituwo Kalipakem
2. Artono Staf desa
3. H. Kusmin Staf desa
4. Slamet Asiyanto Staf desa
5. Sutarno Staf desa
6. Edi Susanto Kamituwo Donomulyo
7. Tumijo Kamituwo Bandung
8. Sugiyanto Kamituwo Mulyosari
9. Hadi Sumarno Kamituwo Kalipakem
10. Jaenuri Modin Mulyosari
11. Samsudin Modin Donomulyo
12. Barno Modin Bandung
Selain komponen perangkat desa, elemen terpenting sebagai mitra penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelaksanaan Pembangunan di Desa Donomulyo adalah keberadaan Badan Perwakilan Desa (BPD), namun keberadaan BPD ini sendiri saat mengalami perubahan fungsi dan peran yang semula sebagai badan perwakilan berubah menjadi badan permusyawaratan (menurut UU No 32 tahun 2004) tentang Pemerintah Dearah. Namun apapun nama dan fungsi keberadaan lembaga ini tetap dibutuhkan sebagai mitra dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan lima (5) tahun kedepan.
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) adalah komponen/elemen masyarakat yang secara langsung maupun tidak langsung sangat dibutuhkan peran serta aktifnya dalam pelaksanaan pembangunan di desa. Keberadaan LPMD dan PKK yang juga merupakan representasi warga masyarakat secara umum dapat memfungsikan dirinya sebagai agen dan fasilitator pembangunan di tingkat desa.
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) adalah komponen/elemen masyarakat yang secara langsung maupun tidak langsung sangat dibutuhkan peran serta aktifnya dalam pelaksanaan pembangunan di desa. Keberadaan LPMD dan PKK yang juga merupakan representasi warga masyarakat secara umum dapat memfungsikan dirinya sebagai agen dan fasilitator pembangunan di tingkat desa.
ASPEK EKONOMI
Perekonomian Desa Donomulyo secara umum di dominasi pada sektor pertanian yang sistem pengelolaanya masih sangat tradisional (pengolahan lahan, pola tanam maupun pemilihan komoditas produk pertaniannya). Produk pertanian desa Donomulyo untuk lahan basah (sawah) masih monoton pada unggulan padi dan sedikit palawija, hal ini diakibatkan adanya struktur tanah yang mungkin belum tepat untuk produk unggulan pertanian diluar sentra padi dan persoalan mendasar lainnya adalah sistem pengairan yang kurang baik sehingga berdapak adanya kekurangan air jika pada saat musim kemarau. Oleh karenanya harus ada langkah strategis dalam mengatasi persoalan pertanian dengan melakukan berbagai upaya-upaya : Perbaikan sistem irigasi/pengairan; penggunaan teknologi tepat guna ; perbaikan pola tanam dan pemilihan komoditas alternatif dengan mengkomunikasikannya kepada pihak-pihak terkait (dinas pengairan, dinas pertanian). Sedangkan untuk lahan kering (tegal) produk unggulan masih di dominasi oleh tanaman tebu, di samping itu masih banyak lahan yang belum termanfaatkan secara produktif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Langkah alternatif yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah melakukan penyuluhan-penyuluhan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan ; pengadaan bibit-bibit tanaman produktif dengan melibatkan instasi terkait (dinas kehutanan, dinas pertanian dan perkebunan.
Perekonomian Desa Donomulyo secara umum di dominasi pada sektor pertanian yang sistem pengelolaanya masih sangat tradisional (pengolahan lahan, pola tanam maupun pemilihan komoditas produk pertaniannya). Produk pertanian desa Donomulyo untuk lahan basah (sawah) masih monoton pada unggulan padi dan sedikit palawija, hal ini diakibatkan adanya struktur tanah yang mungkin belum tepat untuk produk unggulan pertanian diluar sentra padi dan persoalan mendasar lainnya adalah sistem pengairan yang kurang baik sehingga berdapak adanya kekurangan air jika pada saat musim kemarau. Oleh karenanya harus ada langkah strategis dalam mengatasi persoalan pertanian dengan melakukan berbagai upaya-upaya : Perbaikan sistem irigasi/pengairan; penggunaan teknologi tepat guna ; perbaikan pola tanam dan pemilihan komoditas alternatif dengan mengkomunikasikannya kepada pihak-pihak terkait (dinas pengairan, dinas pertanian). Sedangkan untuk lahan kering (tegal) produk unggulan masih di dominasi oleh tanaman tebu, di samping itu masih banyak lahan yang belum termanfaatkan secara produktif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Langkah alternatif yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah melakukan penyuluhan-penyuluhan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan ; pengadaan bibit-bibit tanaman produktif dengan melibatkan instasi terkait (dinas kehutanan, dinas pertanian dan perkebunan.
ASPEK SOSIAL BUDAYA
Kondisi sosial budaya masyarakat ditunjukan masih rendahnya kualitas dari sebagian SDM masyarakat di Desa Donomulyo, serta cenderung masih kuatnya budaya paternalistik. Meskipun demikian pola budaya seperti ini dapat dikembangkan sebagai kekuatan dalam pembangunan yang bersifat mobilisasi masa. Di samping itu masyarakat Desa Donomulyo yang cenderung memiliki sifat ekspresif, agamis dan terbuka dapat dimanfaatkan sebagai pendorong budaya transparansi dalam setiap penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan.
Munculnya masalah kemiskinan, ketenaga kerjaan dan perburuhan menyangkut pendapatan, status pemanfaatan lahan pada fasilitas umum menunjukan masih adanya kelemahan pemahaman masyarakat terhadap hukum yang ada saat ini. Kondisi ini akan dapat menjadi pemicu timbulnya benih kecemburuan sosial dan sengketa yang berkepanjangan, jika tidak diselesaikan sejak dini.
ASPEK PENDIDIKAN, KESEHATAN & KESEJATERAAN SOSIAL.
Kondisi sosial budaya masyarakat ditunjukan masih rendahnya kualitas dari sebagian SDM masyarakat di Desa Donomulyo, serta cenderung masih kuatnya budaya paternalistik. Meskipun demikian pola budaya seperti ini dapat dikembangkan sebagai kekuatan dalam pembangunan yang bersifat mobilisasi masa. Di samping itu masyarakat Desa Donomulyo yang cenderung memiliki sifat ekspresif, agamis dan terbuka dapat dimanfaatkan sebagai pendorong budaya transparansi dalam setiap penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan.
Munculnya masalah kemiskinan, ketenaga kerjaan dan perburuhan menyangkut pendapatan, status pemanfaatan lahan pada fasilitas umum menunjukan masih adanya kelemahan pemahaman masyarakat terhadap hukum yang ada saat ini. Kondisi ini akan dapat menjadi pemicu timbulnya benih kecemburuan sosial dan sengketa yang berkepanjangan, jika tidak diselesaikan sejak dini.
ASPEK PENDIDIKAN, KESEHATAN & KESEJATERAAN SOSIAL.
Desa Donomulyo dalam penyelenggaraan pendidikan saat ini cukup mantap, hal ini ditunjukkan dengan minimnya jumlah penduduk buta huruf. Sedangkan sarana pendidikan formal cukup memadai, dalam rangka meningkatkan kualitas peserta didik, Pemerintah Desa beserta warga masyarakat sedang melakukan peningkatan sarana pendidikan berupa rehabilitasi sarana pendidikan.
Ketidak mampuan sarana/infrastruktur ekonomi dan bisnis dalam upaya menampung para lulusan lembaga pendidikan yang ada di desa, berakibat pada timbulnya pengangguran, yang akan berdampak pada timbulnya menurunnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan desa. Adanya kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) juga berpengaruh pada penurunan tingkat perekonomian warga yang ditunjukkan dengan adanya meningkatnya jumlah penduduk miskin, menurunnya daya beli masyarakat, adanya PHK dan persoalan-persoalan sosial lainnya. Dalam kondisi seperti ini Pemerintah Desa harus mampu mengatasi persoalan-persoalan yang mungkin akan timbul akibat dari adanya dampak kenaikan BBM dengan mengadakan program-program pemberdayaan melalui kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Malang
ASPEK PEMUDA DAN OLAH RAGA
Masalah pemuda dan kepemudaan yang merupakan hasil dari besarnya jumlah penduduk dengan komposisi usia muda, memerlukan perhatian serius. Mengingat munculnya permasalahan-permaslahan kenakalan remaja, pengangguran, penyalahgunaan obat-obat terlarang dan tindak kriminal, bagaimanapun juga akan menjadi ancaman dalam kegiatan pembangunan desa. Sejalan dengan kondisi itu, serta dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk dalam kelompok usia muda, maka program-program yang mampu menyerap aspirasi pemuda dengan aktualisasi peran pemuda, pengembangan bakat dan minat, serta pengentasan/pengurangan angka pengangguran perlu strategi program yang jelas. Untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah generasi muda yang terjebak ke dalam tindak/perilaku yang kurang baik. Kesemuanya ini sangat terkait dengan pembinaan mental, sosialisasi nilai-nilai kemasyarakatan, masalah pendidikan, pembinaan olah raga, pengembangan sanggar seni budaya generasi muda serta aktivitas kemasyarakatan yang mampu menumbuhkan kreativitas, tanggung jawab, dan kemandirian para pemuda serta penciptaan kesempatan kerja seluas-luasnya bagi generasi muda. Sejalan dengan itu, maka penyediaan sarana dan prasarana olah raga, sarana organisasi kepemudaan, keagamaan, perlu terus dikembangkan dan dibenahi agar menjadi tempat yang cukup menarik bagi sebagaian besar generasi muda. di sisi lain, masalah pendidikan budi pekerti, etika dan estetika, perlu dipikirkan kembali untuk menjadi muatan desa, sedang di bidang keagamaan yang telah ada perlu terus di dukung eksistensi dan pengembangan serta keberlangsungannya.
Masalah pemuda dan kepemudaan yang merupakan hasil dari besarnya jumlah penduduk dengan komposisi usia muda, memerlukan perhatian serius. Mengingat munculnya permasalahan-permaslahan kenakalan remaja, pengangguran, penyalahgunaan obat-obat terlarang dan tindak kriminal, bagaimanapun juga akan menjadi ancaman dalam kegiatan pembangunan desa. Sejalan dengan kondisi itu, serta dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk dalam kelompok usia muda, maka program-program yang mampu menyerap aspirasi pemuda dengan aktualisasi peran pemuda, pengembangan bakat dan minat, serta pengentasan/pengurangan angka pengangguran perlu strategi program yang jelas. Untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah generasi muda yang terjebak ke dalam tindak/perilaku yang kurang baik. Kesemuanya ini sangat terkait dengan pembinaan mental, sosialisasi nilai-nilai kemasyarakatan, masalah pendidikan, pembinaan olah raga, pengembangan sanggar seni budaya generasi muda serta aktivitas kemasyarakatan yang mampu menumbuhkan kreativitas, tanggung jawab, dan kemandirian para pemuda serta penciptaan kesempatan kerja seluas-luasnya bagi generasi muda. Sejalan dengan itu, maka penyediaan sarana dan prasarana olah raga, sarana organisasi kepemudaan, keagamaan, perlu terus dikembangkan dan dibenahi agar menjadi tempat yang cukup menarik bagi sebagaian besar generasi muda. di sisi lain, masalah pendidikan budi pekerti, etika dan estetika, perlu dipikirkan kembali untuk menjadi muatan desa, sedang di bidang keagamaan yang telah ada perlu terus di dukung eksistensi dan pengembangan serta keberlangsungannya.
Club Tari PKK Donomulyo
VISI DAN MISI
DESA DONOMULYO KECAMATAN DONOMULYO
1. V I S I
Visi adalah sebagai Pandangan masa depan tentang kondisi ideal yang diinginkan atau yang di cita-citakan oleh Pemerintah Desa, visi juga merupakan alat bagi Pemerintah Desa dan pelaku pembangunan lainnya untuk melihat, menilai atau memberi predikat terhadap kondisi Desa yang diinginkan. Adapun visi Desa Donomulyo adalah sebagai berikut :
“Terwujudnya aparatur desa dan masyarakat yang berkualitas, agamis, modern, mandiri, gotong royong, damai dan sejahtera”
2. M I S I
Misi adalah merupakan pernyatan yang menetapkan tujuan dan sasaran desa yang hendak dicapai, pernyataan misi membawa desa kepada suatu fokus. Misi inilah yang harus diemban oleh pemerintah desa. Untuk mewujudkan visi desa tersebut diatas, maka Pemerintah Desa Donomulyo menetapkan Misi sebagai berikut :
DESA DONOMULYO KECAMATAN DONOMULYO
1. V I S I
Visi adalah sebagai Pandangan masa depan tentang kondisi ideal yang diinginkan atau yang di cita-citakan oleh Pemerintah Desa, visi juga merupakan alat bagi Pemerintah Desa dan pelaku pembangunan lainnya untuk melihat, menilai atau memberi predikat terhadap kondisi Desa yang diinginkan. Adapun visi Desa Donomulyo adalah sebagai berikut :
“Terwujudnya aparatur desa dan masyarakat yang berkualitas, agamis, modern, mandiri, gotong royong, damai dan sejahtera”
2. M I S I
Misi adalah merupakan pernyatan yang menetapkan tujuan dan sasaran desa yang hendak dicapai, pernyataan misi membawa desa kepada suatu fokus. Misi inilah yang harus diemban oleh pemerintah desa. Untuk mewujudkan visi desa tersebut diatas, maka Pemerintah Desa Donomulyo menetapkan Misi sebagai berikut :

Program Penanaman pohon di Mulyosari oleh Kepala desa Donomulyo
1. MISI BIDANG PENDIDIKAN
Ø Meningkatkan pembinaan, pelatihan, dan pendidikan yang teratur, terkoordinir dan berstandar.
Ø Meningkatkan pembinaan, pelatihan, dan pendidikan yang teratur, terkoordinir dan berstandar.
2. MISI BIDANG KEAGAMAAN
Ø Terwujudnya masyarakat yang agamis berdasarkan nilai-nilai agama yang dianut.
3. MISI BIDANG PELAYANAN
Ø meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang efisien, demokratis, adil , transparansi, dan merata.
4. MISI BIDANG PEMBERDAYAAN
Ø Meningkatkan peran serta masyarakat melalui lembaga/organisasi kemasyarakatan baik yang bergerak di bidang ekonomi, sosial, budaya, politik dalam rangka mendorong kemandirian masyarakat.
Ø Pemberdayaan kelompok ekonomi konsumtif menjadi kelompok ekonomi produktif
5. MISI BIDANG PEMBANGUNAN
Ø Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam kerjasama dan gotong royong dalam segala aspek kehidupan.
Ø Meningkatkan kehidupan masyrakakat yang semakin layak, adil dan merata serta memberi perhatian utama pada kebutuhan dasar dan terpenuhinya sarana prasarana umum.
Ø Membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik damai dan sejahtera

Pengurus Pembagian Sembako Raskin
SASARAN STRATEGIS
Berdasarkan hasil analisis baik internal maupun eksternal terhadap isu-isu utama, Pemerintah Desa Donomulyo Kecamatan Donomulyo menetapkan garis-garis besar sasaran strategis yang hendak dicapai, antara lain :
1. SASARAN BIDANG PELAYANAN
Ø Mewujudkan pelayanan masyarakat yang efisien, berkualitas, profesional, dan partisipatif.
Ø Membentuk SDM yang memadai baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Ø Memanfaatkan sarana tempat kegiatan pemuda secara profesional.
Ø Tersedianya sumber pembiayaan dan pembelanjaan yang bersumber baik dari swadaya masyarakat maupun Pemerintah.
1. SASARAN BIDANG PEMBERDAYAAN
Ø Mewujudkan sentra industri kecil yang bisa menampung tenaga kerja..
Ø Terwujudnya dukungan dan partisipasi masyarakat
Ø Tersedianya anggaran pembiayaan baik dari swadaya masyarakat maupun dari APBD Pemkab Malang
3. SASARAN BIDANG PEMBANGUNAN
Ø Meningkatnya kinerja dan profesionalisme aparat pemerintah desa dalam pengelolaan pembangunan.
Ø Tersusunnya dokumen pola perencanaan program pembangunan yang terintegrasi dan terpadu.
Ø Tersedinya anggaran pembiayaan baik dari swadaya masyarakat mapun dana APBD Pemerintah Kabupaten Malang maupun dana program-program pembangunan lainnya.
Ø Pemanfaatan SDA air, pertanian, perikanan dan perkebunan secara profesional.
Ø Mewujudkan pasar desa dan BUMDes sebagai sumber dana desa.
Adapun indikator sasaran Peningkatan Pembangunan Ekonomi dan Infrastruktur sebagian besar merupakan indikator makro aktivitas perekonomian, yaitu sabagai berikut:
1. PDRB per kapita
2. Pertumbunhan investasi
3. Perkembangan sektor pertanian, perikanan dan perkebunan dalam PDRB
4. Perkembangan jumlah IKM dan UKM yang sehat
Berdasarkan indikator-indikator tersebut maka dapat diprediksi target yang nantinya akan dicapai melalui kebijakan-kebijakan dalam pembangunan perekonomian dan infrastruktur. Dalam RPJM Desa Donomulyo ini dituliskan dalam bentuk tabel mengenai penjelasan agenda, strategi, indikator dari pembangunan perekonomian dan infrastruktur. Dalam peningkatan pembangunan ekonomi dan infrastruktur terdapat beberapa aspek yang menjadi sasaran perhatian yaitu anatara lain : pembangunan pertanian yang mencakup sub sektor tanaman bahan makanan, peternakan, perikanan dan perkebunan. Dan dalam hal ini akan difokuskan pada sektor pertanian yaitu mengenai revitalisasi pertanian.
Berdasarkan hasil analisis baik internal maupun eksternal terhadap isu-isu utama, Pemerintah Desa Donomulyo Kecamatan Donomulyo menetapkan garis-garis besar sasaran strategis yang hendak dicapai, antara lain :
1. SASARAN BIDANG PELAYANAN
Ø Mewujudkan pelayanan masyarakat yang efisien, berkualitas, profesional, dan partisipatif.
Ø Membentuk SDM yang memadai baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Ø Memanfaatkan sarana tempat kegiatan pemuda secara profesional.
Ø Tersedianya sumber pembiayaan dan pembelanjaan yang bersumber baik dari swadaya masyarakat maupun Pemerintah.
1. SASARAN BIDANG PEMBERDAYAAN
Ø Mewujudkan sentra industri kecil yang bisa menampung tenaga kerja..
Ø Terwujudnya dukungan dan partisipasi masyarakat
Ø Tersedianya anggaran pembiayaan baik dari swadaya masyarakat maupun dari APBD Pemkab Malang
3. SASARAN BIDANG PEMBANGUNAN
Ø Meningkatnya kinerja dan profesionalisme aparat pemerintah desa dalam pengelolaan pembangunan.
Ø Tersusunnya dokumen pola perencanaan program pembangunan yang terintegrasi dan terpadu.
Ø Tersedinya anggaran pembiayaan baik dari swadaya masyarakat mapun dana APBD Pemerintah Kabupaten Malang maupun dana program-program pembangunan lainnya.
Ø Pemanfaatan SDA air, pertanian, perikanan dan perkebunan secara profesional.
Ø Mewujudkan pasar desa dan BUMDes sebagai sumber dana desa.
Adapun indikator sasaran Peningkatan Pembangunan Ekonomi dan Infrastruktur sebagian besar merupakan indikator makro aktivitas perekonomian, yaitu sabagai berikut:
1. PDRB per kapita
2. Pertumbunhan investasi
3. Perkembangan sektor pertanian, perikanan dan perkebunan dalam PDRB
4. Perkembangan jumlah IKM dan UKM yang sehat
Berdasarkan indikator-indikator tersebut maka dapat diprediksi target yang nantinya akan dicapai melalui kebijakan-kebijakan dalam pembangunan perekonomian dan infrastruktur. Dalam RPJM Desa Donomulyo ini dituliskan dalam bentuk tabel mengenai penjelasan agenda, strategi, indikator dari pembangunan perekonomian dan infrastruktur. Dalam peningkatan pembangunan ekonomi dan infrastruktur terdapat beberapa aspek yang menjadi sasaran perhatian yaitu anatara lain : pembangunan pertanian yang mencakup sub sektor tanaman bahan makanan, peternakan, perikanan dan perkebunan. Dan dalam hal ini akan difokuskan pada sektor pertanian yaitu mengenai revitalisasi pertanian.

Kegiatan Posyandu di Mulyosari
STRATEGI PENCAPAIAN
Berdasarkan keputusan penetapan Visi dan Misi Desa Donomulyo yang merupakan situasi dan kondisi yang di cita-citakan adalah merupakan tujuan untuk mencapai harapan dan target sasaran yang diinginkan bersama. Untuk mencapai tujuan dimaksud, ditetapkan strategi pencapaian yang bertahap guna efektifitas dan optimalisasi dalam pencapaian sasaran/tujuan. Adapaun tahapan strategi pencapaian adalah sebagai berikut :
Tahap Pertama (2009-2010):
Pada tahap pertama ini tujuan untuk mencapai harapan dan target sasaran yang hendak dicapai meliputi:
Membina, mendidik, dan melatih aparatur Pemerintah Desa.
Memberikan penyuluhan, pelatihan dan pelayanan kepada petani dan pemuda.
Pengembangan usaha pertanian dengan pendekatan terpadu
Penguatan sistem pemasaran dan manajemen usaha untuk mengatasi resiko usaha pertanian.
Meningkatkan ketersediaan data dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, kontinyu dan tepat waktu.
Tahap Kedua (2010 - 2011) :
Pada tahapan kedua ini diarahkan pada program-program pembangunan sebagai berikut :
Merintis Indutri Kecil Menengah dan Usaha Kecil Menengah dikalangan generasi muda.
Mengembangkan ketrampilan pemuda dalam bidang teknologi, seni, budaya dan olah raga.
Tahap Ketiga (2011 – 2012) :
Adapun program-program pembangunan untuk tahap ketiga ini difokuskan pada kegiatan sebagai berikut :
Mengembangkan BUMDes Donomulyo yang menguntungkan.
Mengembangkan Pasar Desa Donomulyo yang representatif.
Mengembangkan Koperasi Desa yang dikelola secara profesional.
Tahap Keempat (2012 – 2013) :
Sedangkan program-program kegiatan pada tahap keempat ini dititik bertakan pada bidang sebagai berikut :
Memperluas pemasaran hasil-hasil industri, pertanian, perikanan, dan perkebunan.
Dibentuknya Lumbung Desa Modern yang representatis.
Tahap Kelima (2013 – 2014) :
Selanjutnya pada program tahap kelima ini bisa terealisasinya program RPJMDes diantaranya :
Terciptanya masyarakat yang sehat, aman, damai dan sejahtera.
Mempertahankan, mengevaluasi, dan meningkatkan program pembangunan yang telah dicapai. Mencari terobosan-terobosan baru untuk digunakan menyusun Rencana pembangunan pada tahap berikutnya.
Read More...
Selanjutnya pada program tahap kelima ini bisa terealisasinya program RPJMDes diantaranya :
Terciptanya masyarakat yang sehat, aman, damai dan sejahtera.
Mempertahankan, mengevaluasi, dan meningkatkan program pembangunan yang telah dicapai. Mencari terobosan-terobosan baru untuk digunakan menyusun Rencana pembangunan pada tahap berikutnya.





